Artikel


KEBETUHAN NUTRISI IBU HAMIL HARUS TERPENUHI

Masa kehamilan adalah masa yang paling rawan yang dihadapai oleh seorang perempuan. Selain memikirkan kesehatan sendiri, ia juga harus memenuhi asupan gizi untuk pertumbuhan janin dalam kandungannya. Masa kehamilan, menurut ahlu obstetric dan ginekologi, dr Damar Pramusinto SPoG (K), adalah saat yang berisiko karena bayak perempuan yang belum sadar bahwa gizi yang dipenuhinya harus lebih banyak dari saat sebelum  hamil. Jika tidak terpenuhi maka akibatnya bisa fatal. Inilah penyebab kematian ibu hamil masih tinggi.
Ada resiko yang dihadapi perempuan hamil. Yaitu kehamilan itu sendiri yang harus dijaga kesehatan dan kondisi ibu hamil serta janin agar senantiasa sehat sehingga lahir normal. Resiko lainnya adalah kesehatan jangka panjang yang menyerang ibu dan resiko yang dihadapi pada anak hingga masa dewasanya. “Jika asupan nutrisi yang diterima saat ia masih didalam kandungan kurang, masa tumbuh anak juga kurang optimal,” kata Damar di Jakarta pada pekan lalu.

Beberapa masalah kesehatan yang terjadi pada ibu hamil, tuturnya, antara lain anemia dan malnutrisi. Hal tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dan akan berakibat buruk pada kesehatannya di masa depan.
Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan ibu dan anak dalam kandungan. Antara lain meningkat resiko bayi dengan asfiksia (gangguan pernafasan), berat badan saat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian ibu dan bayi. Selain itu juga menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan, partus lama, aborsi, dan infeksi. “Angka kematian ibu di Indonesia masih besar. Sekitar 55% terjadi karena pendarahan dan preeclamsia , yang juga berkaitan erat dengan gizi yang buruk semasa hamil,” papar Damar.

Menurutnya, ibu hamil dengan kondisi mal nutrisi berisiko besar melahirkan bayi dengan berta badan yang rendah. Kedepan, anak tersebut juga beresiko memiliki IQ yang rendah dan tumbuh kembangnya kurang optimal. “Hal ini akan beresiko pada kelanjutan kualitas generasi berikutnya. Siklus kesehehatan ini akan terus memutar, terus menerus. Generasi yang tumbuh kembangnya kurang optimal, nanti akan melahirkan anak yang kondisinya juga kurang sempurna,” terang Damar.

Ketidakseimbangan pola nutrisis pada ibu hamil, terangnya, salah satunya kurangnya edukasi nutrisi yang memadai. Selain itu, juga tingkat perekonomian yang relatif rendah  sehingga tidak bisa menjangkau asupan gizi tersebut. untuk itu, ada beberapa hal yang wajib diperhitungkan terlebih dahulu sebelum kehamilan terjadi. Antara lain soal dana. Kita harus memikirkan dana untuk kecukupan asupan gizi selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara rutin, biaya persalinan, hingga memenuhi kebutuhan hingga besar nanti.

Ketika dana sudah siap, persiapan yang kemudian perlu dilakukan adalah pemilihan asupan nutrisi yang tepat. Terkadang, asupan nutrisi yang dibutuhkan satu orang, berbeda dengan yang lainnya. “untuk itu perlu dikonsultasikan pada ahlinya, melalui serangkaian tes dulu,” ujarnya.  Ed: Anjar Fahmiarto. *

*Republika Selasa, 24 Januari 2012 kolom Medika (jurnal)  hal. 28 

1 komentar: