Bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya Alqur'an, kitab yang merupakan mukjizat bagi nabi Muhammad SAW. Tidak seperti mukjizat Nabi dan Rasul sebelumnya yang tidak dapat lagi kita saksikan. Alqur'an hingga saat ini bisa kita saksikan.
Kitab ini diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. siapapun yang memegangnya sebagai petunjuk, maka ia tidak akan pernah tersesat. Karena itulah penting untuk selalu menjadikan Alqur'an sebagai panduan, bacaan, dan hafalan untuk semua anggota keluarga khususnya, dan masyarakat umumnya.
Namun ada kondisi yang menyedihkan. Tidak sedikit dari mereka tidak lagi bisa membacanya, walaupun mereka berlatar belakang pendidikan perguruan tinggi. Ini terjadi tatkala keluarga tidak mementingkan pembelajaran Alqur'an. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan orang tuanya membaca Alqur'an. Padahal tidak sedikit permasalahan yang menimpa keluarga-keluarga muslim saat ini, jalan keluar yang diinginkan bersumber dari Alqur'an. Tak jarang mereka mendataingi orang yang dianggap paham terhadap Alqur'an dan meminta jalan keluar yang sesuai dengan syariah Islam yang terkandung dalam Alqur'an.
Ini artinya, kita tidak dapat menyepelekan Alqur'an. Upaya serius harus dipikirkan dan diwujudkan agar keluarga kita dekat dengan Alqur'an. Maka berikut ini tips menjadikan keluarga mencintai Alqur'an.
Pertama:
Membiasakan anak mengenal huruf hija'iyyah sejak ia mulai belajar bicara. Biasanya ia akan cepat menghafalnya dengan cara menyanyi atau mengenalnya dalam bentuk gambar-gambar yang menarik. Orang tua bisa mengenalkannya dan menyanyikanya setiap hari. Jika memiliki perangkat teknologi canggih tentu lebih membantu. Pada tahap ini orang tua akan dihadapkan dengan ketidakpedulian anak. Sering anak pada usia ini akan lebih tertarik pada mainannya. Tapi jangan berputus asa. Hindarkan marah padanya karena akan bisa merasa takut kemudian ia akan merasa malas untuk mengulanginya kembali.
Kedua:
Padukan hafalan dengan tulisan secara kontinyu. Misalnya ketika ia ucapkan huruf ba, maka kita tunjukkan padanya tulisan huruf ba. Biasanya usia anak menjelang tiga tahun bisa diarahkan belajar seperti ini. Untuk menambah perbendaharaan kata dalam bahasa Alqur'an , bahasa arab dapat ditambahkan nama-nama benda, angka, anggota tubuh, dan sebutan-sebutan nama keluarga dalam bahasa Arab. Kebiasaan dengan nyanyian dan bermain masih tetap diteruskan. Apabila ketertarikannya bertambah, maka bisa dilanjutkan dengan metode iqra'.
Ketiga:
Usia 4 tahun keatas akan semakin tertarik dengan iqra'nya. Orang tua bisa mengajarkan setiap hari dengan waktu yang konsiten agar ia terbiasa dengan waktu tersebut. Tambahkan dengan menirukan tulisan Arab, kemudian ia menirukan ulang tulisan tadi.
Keempat:
Tambahkan dengan hafalan ayat suci Alqur'an. Pada usia 4 hingga 7 tahun, ia hanya mendengarkan hafalan orang tuanya hingga ia pun akan menirukannya. Penting untuk diingat, orang tua harus berupaya membacakan ayat suci Alqur'an yang dihafalkan dengan cara tartil. Karena jika tajwid atau makhrajul huruf dan sifat hurufnya salah, maka anak akan meniru kesalahan tersebut.
Demikianlah cara mendekatkan keluarga pada Alqur'an. Cara ini akan terus menerus menyibukkan seluruh anggota keluarga untuk belajar Alqur'an. Ayah, Ibu bahkan nenek dan kakeknya akan ikut terlibat. Inilah ladang amal kita sebagai orang tua, yang kelak akan dipersembahkan oleh Alloh SWT pada catatan amal kita pada yaumil hisab. Kata kunci untuk orang tua adalah sabar. Tanpa kesabaran kegagalan akan kita tuai. Selamat mencoba. (Ummu Salamah) *
*Sumber : Koran Media Umat; edisi 87, 15 ramadhan - 19 syawal 1433 H/3 agustus - 6 september 2012; Kanal Muslimah, hal. 25
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar